Beranda Metro Sulteng Donggala

Telan Anggaran Rp500 M, SPAM Pasigala Tak Beroperasi

118
Ini pintu gerbang SPAM Pasigala yang dipersoalkan karena tidak beroperasi

METRORAYA.com – Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulawesi Tengah mempertanyakan belum beroperasinya Proyek Pekerjaan Air pada Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Palu,Sigi, Donggala (Pasigala) dikerjakan tahun 2009 silam.

“Kami meragukan hasil pekerjaan Proyek Pembangunan Infrastruktur Jaringan Air Pasigala yang dikelola BWSS III,” kata Ketua FPPD Sulawesi Tengah Eko Arianto di Palu Jumat (2/2/2018).

Padahal sedianya telah beroperasi, sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian kerjasama Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab.

“Padahal proyek tesebut telah menelan anggaran negara lebih kurang 500 miliar,” kata Eko Arianto.

Berdasar perjanjian kerjasama antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten pada salah satu Diktumnya menyebutkan SPAM Pasigala akan difungsikan pada tahun 2016. “Namun hingga 2018 SPAM Pasigala belum dapat beroperasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Karena Meresahkan, Kapolres Ancam Tembak Pelaku Begal di Palu

Ia menyebutkan, dasar Perjanjian Kerjasama tertuang dalam dokumen perjanjian Nomor 24/NKB/D/2014, tertanggal 17 Desember 2014, yang mana sumber airnya berasal dari Air Baku Sungai Saluki yang telah dibangun Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS III).

Menurutnya, anggaran pembangunan Insfrastruktur tersebut, selain dibiayai APBN melalui BWSS III, juga menyerap dana ratusan miliar dari APBD Provinsi yang dikucurkan melalui Dinas Cipta Karya Propinsi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahap pekerjaan sejak 2009 hingga 2016.

“Hasil investigasi kami atas Proyek SPAM Pasigala tersebut terindikasi adanya tindak pidana korupsi khususnya bagi-bagi proyek ditiap tahap pekerjaan infrastruktur tersebut misal perusahaan konstruksi dari luar Sulawesi Tengah yang menang tender, namun yang kerja kontraktor lokal atau dengan kata lain pinjam perusahaan luar,” beber Eko menjelaskan.

Menurutnya, secara aturan tidak ada larangan perusahaan luar Provinsi Sulawesi Tengah untuk ikut dan memenangkan tender pekerjaan, namun yang menjadi persoalan beberapa kontraktor lokal tertentu saja yang mengerjakan proyek pekerjaan tersebut tiap tahunnya dengan lebel perusahaan yang berganti.

“Kurun beberapa tahun terakhir pemerintah selalu mengkampanyekan ketersediaan air bersih bagi masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar Kota Palu, Sigi dan Donggala hingga ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu, teratasi dengan terbangunnya SPAM Pasigala, namun publik tidak mengetahui bahwa ada permasalahan teknis yang menyelimuti pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Eko menyatakan, saat ini pihaknya telah mengumpulkan sejumlah data terkait proyek pekerjaan SPAM Pasigala dan berencana akan melaporkan hasil temuan tersebut ke pihak penegak hukum serta meneruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (tim/mtr)

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY