Beranda Lain-Lain Metro Bicara

Puluhan Eskavator Keruk Gunung Poboya di Palu

107
Foto: Ilustrasi

METRORAYA.com – Puluhan Eskavator yang diduga milik para pengusaha Tambang ‘ilegal’, melakukan pengerukan Tanah yang mengandung Emas di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura), Batu Tempa, Kelurahan Poboya, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui bahwa lahan yang dikeruk ini merupakan lahan Kontrak Karya (KK) PT. Citra Palu Mineral atau yang santer disebut CPM yakni anak perusahaan Bakrie Group, seluas 11.951 H.

Kuat dugaan PT. DRG yang disebut sebut sebagai pemegang izin normalisasi, hanya menggunakan izin tersebut sebagai kedok/batu loncatan untuk mengeruk potensi emas yang terkandung di dalamnya.

Penelusuran tim media ini terhadap beberapa sumber di lapangan diperoleh keterangan bahwa aktivitas pengerukan ini memang ditengarai oleh beberapa pengusaha yang bekerja sama dengan PT. DRG.

“Alat berat yang beroperasi di atas itu milik para pengusaha tambang yang ada disini, bukan milik perusahaan,” ungkap salah seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan saat ditemui di Poboya belum lama ini.

Selain itu menurutnya lagi, ternyata bukan hanya pengusaha asal kota Palu yang memainkan peranan di lokasi tersebut, tetapi juga ada pengusaha dari luar. “Ada juga pengusaha dari kalimantan yang main” bebernya.

Masyarakat lain yang juga ditemui media ini mengaku kecewa dengan Gubernur, Wali Kota, Polda Sulteng, Walhi, Jatam, dan BLH, yang terkesan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran ini.

“Mereka semua kok diam ya, ada apa dengan mereka?” Ucap, Mey (perempuan baru baya yang biasa disapa dengan Bunda) itu kepada Media ini, di Poboya.

Sampai berita ini disusun tim Media ini masih terus melakukan penelusuran, untuk mengungkap siapa aktor aktor yang ada dibalik kegiatan ini agar masyarakat tahu siapa sebenarnya pelaku kejahatan lingkungan yang tersistem ini. (Tim)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY