Beranda Metro Raya Metro Nasional

Kronologis Terjadi Suap ke Kepala Pengadilan Tinggi Manado

95
Politisi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha(dpr.go.id)

METRORAYA.com – Anggota DPR RI Komisi XI Aditya Anugrah Moha bersama dengan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

Suap diduga telah diberikan Aditya kepada Sudiwardono untuk mempengaruhi putusan banding atas kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow.  Terdakwa dalam kasus itu adalah Marlina Moha Siahaan yang merupakan mantan Bupati Boolang Mongondow dua periode 2001-2006 dan 2006-2011. Marlina merupakan ibu dari Aditya.

Politisi muda Golkar itu mengakui, dia menyuap Sudiwardono yang juga Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara Marlina Moha Siahaan demi membebaskan sang ibu dari kasus itu.

“Saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama baik seorang ibu,” kata Aditya di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/10/2017) dini hari.

Baca juga: OTT Hakim dan Politisi Golkar, KPK Amankan 64.000 Dollar Singapura

Politisi Partai Golkar itu enggan menjawab dari mana asal usul uang yang diberikan kepada Sudiwardono. “Nanti pengacara (yang ungkapkan),” kata Aditya.

Nilai harta kekayaan Aditya berdasarkan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir pada 30 November 2014 adalah sebesar Rp 5 miliar lebih. Harta itu terdiri atas harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1.585.000.000 yang berada di delapan lokasi di kota Kotamobagu dan dua lokasi di kabupaten Minahasa.

Selain itu ada alat transportasi senilai Rp 879.5000.000 yang terdiri atas mobil merek Suzuki APV, sepeda motor merek Suzuki Satria, mobil merek Honda Accord, dan mobil Honda CRV.

Lihat jugaJadi Tersangka Suap, Ketua Pengadilan Tinggi Manado Diberhentikan

Aditya juga tercatat memiliki usaha PT Radio Suara Monompia senilai Rp 200.000.000; logam mulia dan benda bergerak lain sejumlah Rp 127.000.000; surat berharga senilai Rp 200.000.000 serta giro setara kas lain sejumlah Rp 3.289.530.749.

Tak hanya itu Aditya tercatat masih memiliki utang senilai Rp 600 juta. (kompas)

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY