Beranda Metro Raya

‘Jurnalis, Ofisial, dan Atlet Asing Wajib Pakai Visa ke Asian Games 2018’

111

METRO SPORT – Indonesia akan mewajibkan setiap atlet, ofisial, maupun jurnalis untuk melakukan pengajuan visa di Asian Games 2018. Cara ini untuk mencegah teroris.

Indonesia akan menjamu sedikitnya 9.500 atlet, 3.500 media, 2.500 Dewan Olimpiade Asia (OCA), 5.500 delegasi teknis dari 45 negara. Dengan jumlah yang cukup besar itu, Indonesia harus menjami keamanan sepanjang perhelatan.

INASGOC, panitia pelaksana Asian Games 2018, bersama imigrasi sepakat untuk mewajibkan seluruh komponen dari negara lain menggunakan visa untuk memasuki Indonesia. Termasuk, wartawan yang akan meliput Asian Games di Jakarta, Palembang, Jawa Barat pada 18 Agustus sampai 2 September 2018. Pada perhelatan Asian Games biasanya akreditasi sekaligus berfungsi sebagai izin masuk.

Kepala Subdirektorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), Hongky Juanda, dalam Forum Media Asian Games di Hotel Century, Senin (27/11/2017), mengatakan setiap negara memiliki aturannya sendiri, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, kata dia, selective policy diberlakukan. Untuk itu, setiap kegiatan apapun yang datang ke wilayah Indonesia harus menggunakan visa.

“Negara punya kebijakan. Jadi apapun event-nya, bahkan Presiden pun harus di cap visanya. Makanya, kartu akreditasi Asian Games pun tidak otomatis berlaku sebagai visa masuk Indonesia,” kata Hongky.

BACA JUGA: Reskrim Polres Donggala Bongkar Pabrik Miras

Hongky mengatakan akan membantu siapapun yang akan melakukan aktivitas Asian Games untuk dipermudah dalam pembuatan visa.

“Tetap akan kami permudah tetapi ini sebagai filter pertama. Jadi, kepada para jurnalis yang terakreditasi pada komite olimpiade masing-masing negara akan mendapatkan fasilitas bebas biaya. Tapi yang tidak maka akan dikenakan pembayaran visa,” dia menjelaskan.

“Setelah itu, masing-masing komite olimpiade akan melaporkan penerbitan visa di kedutaan Indonesia bagi para peserta dan jurnalis Asian Games,” ujar dia lagi.

“Jadi manakala terdapat cegah Tangkal maka akan kami tolak masuk meski namanya sudah masuk dalam daftar komite olimpiade di negara itu,” Hongky menambahkan.

Sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M HH 01 GR 01 06 Tahun 2012 tentang tata cara penetapan negara calling visa dan pemberian visa bagi warga negara dan negara calling visa.

BACA JUGA: Oknum Polisi dan Oknum Pol PP Kompak Nyabu di Buol

Ada sembilan negara yang masuk dalam Daftar Cegah Tangkal di Indonesia, yaitu Afganistan, Guinea, Israel, Korea Utara, Kamerun, Liberia, Niger, Nigeria, dan Somalia.

“Karena masuk dalam negara rawan, jadi sebelum ke Kementerian Luar Negeri maka baik peserta maupun jurnalis harus mengajukan clearing house dulu, untuk kemudian melalui tekakora dengan Kemenlu sebagai leading sektornya. Clearing house itu satu kali seminggu jika semua beres bisa mendapatkan visanya dan gratis,” tutur dia.

“Jadi ini sebenarnya ini tidak sulit. Tapi ini bentuk kehati-hatian kami dan aturan yang ada memang harus dipenuhi,” ujarnya. (detikS)

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY