Beranda Lain-Lain Metro Bicara

Cacat dan Tinggal Di Gubug Reot, Kisah Bocah 12 Tahun Ini Bikin Nangis

376
Opa jelang makan siang yang telah disiapkan sang ayah

METRORAYA – Keterbatasan biaya, Opa bocah miskin (12) tahun yang lumpuh sejak lahir warga di Dusun Kabuyu Tua, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat terpaksa harus bertahan hidup di gubuk reot berdinding papan dan terpal.

Mirisnya, lokasi tinggal gubug reot milik Opa tidak jauh dari bantaran sungai yang sewaktu-waktu bisa saja mengancam tempat tinggal akibat erosi sungai tersebut.

Tampak Terpal Bekas Menjadi Dinding Rumah Opa Bocah Lumpuh Hidup Tidak Jauh Dari Bantaran Kali.

Ayah Opa bernama Baco Pakir, terpaksa harus merawat anaknya di gubuk reot kurang lebih dua meter dari sungai itu.

Walau sangat berbahaya dengan kondisi rumah yang tepat berada dibantaran sungai namun kondisi ini terpaksa dilalui bertahun-tahun karena tida ada perhatian pemerintah.

 

Opa Bersama Dengan Ayahnya Berbaring di Atas Kasus Bekas yang Sudah Lusuh

Opa yang ditinggal mati oleh sang ibu sejak bayi ini, terkadang harus ditinggal pergi oleh sang ayah untuk bekerja sebagai buruh tani dan atau hanya sekedar mencari ikan disungai.

Sebelum bekerja Baco terlebih dahulu memasak agar opa anaknya yang ditinggal sendiri dalam rumah bisa mengambil makanan saat lapar.

Terkadang sebelum ditinggal kerja oleh sang ayah, opa bersama dengan baco pakir duduk bersenda gurau di gubuk reot miliknya yang berukuran kurang lebih 3 x 4 meter, sembari bercanda dengan anaknya baco kadang mengajak opa berbaring diatas kasur bekas yang kelihatan lusuh.

Opa yang ditinggal bekerja oleh ayahnya terpaksa harus tinggal sendiri dirumah, kondisi inilah yang kadang membuat bocah ini jenuh dan memilih berbaring diatas kasur dengan bantal bekas yang sudah lusuh.

Setelah berbaring selama berjam – jam opa kemudian beranjak kebagian belakang rumah tanpa kamar ini dengan cara merangkak untuk meraih makanan yang telah disiapkan sang ayah.

Dengan kondisi fisik yang terbatas opa tidak pernah merepotkan orang lain walau terlihat dirinya sangat kerepotan untuk menjangkau meja makan, namun dengan mandiri opa mengurus dirinya sendiri untuk makan tanpa harus meminta bantuan tetanga yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Setelah makan opa hanya bisa duduk diemperan rumahnya sembari melihat teman sebayanya bermain, terkadang opa memanggil teman sebayanya itu untuk bermain didalam rumah, teman opa pun merespon permintaannya dan tanpa rasa canggung dengan kondisi fisiknya, opa pun larut dalam kegembiraan.

Ketika sore sudah mulai tiba teman opa pun beranjak pulang kerumahnya masing – masing, kini tinggalah opa sendirian namun untuk mengusir rasa sunyinya tersebut, opa pun bergegas mandi sebelum sang ayah tiba dari tempat kerja.

Tampak Opa Sedang Mandi

Setelah mandi Opa pun turun dari rumah dengan susah payah serta merangkak di bawah tanah tanpa alat bantu apapun sejauh kurang lebih 20 meter tempat Opa duduk menanti sang ayah pulang dari tempat kerja.

Dome warga tinggal tidak jauh dari rumah opa mengatakan, keseharian opa sendiri hanya bisa duduk di tempat dan kadang mengajak teman – teman sebayanya untuk bermain.

“Sementara untuk makan opa tak pernah minta bantuan orang lain, namun sangat disayangkan selama 12 tahun Opa belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah,” kata Dome belum lama ini.

Opa Merangkak Ditanah Menuju Tempat Duduk Menunggu Sang Ayah Pulang Dari Tempat Kerja

Kepala Desa Martasari I Wayan Sucana yang di temui di kantornya mengakui pengakuan keluarga opa warga Desa Martasari yang belum pernah mendapatkan bantuan.

“Ya memang benar Opa warga desa martasari memang betul belum pernah mendapatakan bantuan, namun saya akan segera berkordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk segera memberikan bantuan terhadap warga saya yang lumpuh tersebut,” terang I Wayan Sucana. (Joni/Ag/js)

______________________________________________________________________

  • Rencanakan event perusahaan dan kegiatan Anda untuk publikasi bersama METRORAYA.com media online berbasis di Sulawesi Tengah, jadikan METRORAYA.com sebagai Media Partner Anda.
  • Telepon  :0811453 8466/0811454 8856
  • Twwiter  :@metroraya
  • Facebook:@metroraya
  • PIN BBM :D681C977
  • Gmail:metrorayanews@gmail.com
  • Email:info@metroraya.com
Facebook Comments

LEAVE A REPLY