Beranda Metro Raya

Buffon Dari Keluarga Kurang Mampu Berjaya di Belgia

149
Buffon Julianto Sinaga berpose di dalam warung orang tuanya. (chaidir tanjung/detikSport)

METRO SPORT – Buffon Julianto Sinaga, 9 tahun, berhasil meraih medali emas dari turnamen di Belgia. Rupanya, Buffon dari keluarga kurang mampu.

Buffon meraih medali emas dari Open International de la Province de Liege 2017 November ini. Sisiwa kelas 5 SD Marsudiri Perawang, Siak, Riau itu naik podium tertinggi di nomor kata KU-12.

Menariknya, Buffon mampu berprestasi di level internasional meski berasal dari keluarga kurang mampu. Ayah Buffon, Tohap Sinaga (46), seorang penjual tuak. Buffon dan keluarga tinggal di rumah dari papan bekas.

Rumah itu sekaligus menjadi warung sebagai sumber penghasilan. Hanya saja belakangan warung sepi pembeli.

Atas prestasinya itu, Buffon diganjar bonus oleh Bupati Siak, Syamsuar. Buffon akan dibangunkan rumah permanen dan kios di tengah pasar.

“Atas prestasinya, saya akan membangunkan rumah dan kios untuk orang tua Buffon. Nilai ini rasanya belum seberapa atas prestasinya yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional,” kata Syamsuar, Rabu (15/11/2017).

Buffon Julianto Sinaga peraih emas dari turnamen karate di Belgia. Buffon Julianto Sinaga peraih emas dari turnamen karate di Belgia. (chaidir tanjung/detikSport)

“Utusan saya kemarin, dari Dinas Koperasi, saya suruh datang ke rumahnya. Saya suruh tanyakan, apa kira-kira yang diinginkan orangtuanya,” kata Syamsuar.

“Semoga saja dengan punya kios di pasar, bisa menambah penghasilan buat orangtuanya,” kata Syamsuar.

Buffon Pancang Tekad di Atas Batu 

Sebelum terbang ke Belgia, Buffon bertekad untuk tak pulang dengan tangan kosong. Dia mencatatkan di atas sebuah batu.

Dia menuliskan tekad itu pada September 2017, sebelum terbang ke Medan untuk mengikuti O2SN.

Buffon Dari Keluarga Kurang Mampu Berjaya di Belgia Batu yang menjadi curahan tekad Buffon Julianto Sinaga. (chaidir tanjung/detikSport)

“Aku seorang laki-laki, aku ikut karate sejak tahun 2014 dan aku sering mengikuti kejuaraan dan sekarang aku berangkat tanding 02SM ke nasional, aku akan berjuang keras di Medan untuk kebanggaan orang tuaku, kakakku, dan abangku, aku adalah Buffon Julianto Sinaga.”

Tak sampai di situ, diam-diam Buffon kembali menuliskan luapan cita-citanya menjelang bertanding ke Belgia. Masih di batu yang sama, dia goreskan lagi cita-citanya setinggi langit.

“Ada bulan ini aku keluar negeri, pada bulan ini pula aku ke Belgia, pada tahun dan bulan ini aku akan mencetak mendali pada ajang ini aku berjuang keras untuk memabagiakan orang tuaku keluargaku, kesempatan ini tidak akan aku siasiakan demi negera Indonesia, Indonesia mendali emas siap aku persembahkan’.

Bongkahan batu itu pecahan sisa bangunan. Orangtuanya tak menyangka, jika goresan di batu itu benar-benar jadi kenyataan. Di mana Buffon memberikan mendali emas buat bangsa Indonesia.

“Waktu itu dia tanding karate ke Medan. Saya pun baru tahu kalau dia menuliskan itu setelah dia berangkat tanding ke Medan, dan dia meraih juara satu nasional,” kata Tohap. (detikS)

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY