Beranda Lain-Lain Metro General

Akibat Akses Jalan Buruk, Ibu Hamil Nyaris Melahirkan di Hutan Donggala

1709
Melakukan penanganan pembukaan lengkap pasien di dalam hutan dengan beralas sarung. Foto: Situr/Metroraya.com

METRORAYA.com – Akibat akses jalan buruk juga berlumpur, seorang pasien asal Dusun Pura, Desa Sipi, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala terpaksa dipikul menggunakan sarung.

Pukul 21:00 Wita Kamis malam 1 Juni 2017, pasien hamil bernama Helna (21) dibawa menuju Puskesmas Tompe di Sirenja lantaran keadaannya yang tidak memungkinkan di dusun. Namun jarak rumah dan Puskesmas yang jauh dan jalan cukup buruk dia terpaksa harus dipikul menggunakan sarung.

Dari Dusun Pura ke Puskesmas jarak tempu memakan waktu tiga hingga empat jam, melewati hutan belantara dan jalan setapak yang sulit dilalui kendaraan. Selain itu jalanan juga menanjak berliku liku melewati perbukitan terjal.

Sebelum dipikul menggunakan sarung, pasien itu dibonceng menggunakan sepeda motor. Namun akibat ban sepeda motor tertanam lumpur akhirnya dipikul sepanjang tiga Kilo Meter (KM).

“Setelah kita pikul sepanjang tiga KM kita istirahat. Ibu itu sudah hampir melahirkan di hutan,” kata seorang perawat yang ditugaskan di Pure Moh. Zaenal Jumat pagi (2/6/2017).

Seorang Bidan bernama Selvina Husa yang juga ikut sempat melakukan penanganan pembukaan lengkap pasien di dalam hutan dengan beralas sarung.

Bidan dan perawat dari Puskesmas Tompe melakukan evakuasi pasien ibu hamil. Foto: Situr/Metroraya.com

“Tapi karena ibu itu tidak kuat jadi kita minta bantuan lagi untuk jemputan pakai mobil. Kuasa tuhan mobil bak terbuka bisa masuk walau susah payah,” jelas bidan Selvina.

Sementa itu perjuangan perawat bernama Moh. Zaenal juga patut diacungi jempol, dia ikut membantu memikul dan mengawal sejak di Pura, badan penuh lumpur dan keringat bercucuran.

Moh. Zaenal tidak peduli kesehatannya sendiri demi membantu masyarakat. Prinsip Zaenal adalah pasien selamat.

Kondisi itu akibat kurangnya perhatian dari pemerintah Donggala soal jalan menuju Dusun Pura yang memiliki kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK).

Pemerintah diminta melakukan perbaikan jalan menuju ke Pura, pasalnya bukan kali ini saja, bahkan sudah beberapa kali pasien mengalami hal yang sama. Mayat pun pernah dibonceng menggunakan sepeda motor.

Beruntung pasien itu tidak meninggal di dalam perjalanan menuju Puskesmas. “Tiba di Puskesmas pukul 11 dan jam itu juga anaknya lahir, Alhamdulilah selamat,” kata Selvina. (Situr)

Nantikan berita-berita terhangat seputar sulawesi tengah di www.metroraya.com ‘media onilne rakyat sulteng’ cepat dan terpercaya

Facebook Comments

LEAVE A REPLY