Beranda Metro Raya

Ada TTD Warga Dipalsukan Oleh Calon Independen Pilkada Parimo

146
Ketua KPU Parigi Moutong, Amelia Idrus, SE, M.AP

METRORAYA.com – Tahap Verifikasi bakal calon Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah melalui jalur perseorangan masih berlangsung, verifikasi berkas ini mulai berlangsung pada 12 – 25 Desember 2017, dalam perjalanannya ditemukan banyak tanda tangan palsu dalam berkas dukungan warga.

Ketua KPU Parigi Moutong, Amelia Idrus, SE, M.AP membenarkan hal tersebut, bahkan ia memang sudah memprediksi kemungkinan pemalsuan tanda tangan warga dalam berkas dukungan akan terjadi, untuk itu pihaknya dalam hal ini KPU menyelenggarakan Proses Verifikasi ini melalui PPS.

“Sudah diperkirakan ada hal – hal semacam ini, seperti pemalsuan tanda tangan, juga KTP ganda sedangkan syarat dukungan yang harus dipenuhi oleh calon perseorangan adalah 25.580 yang tersebar minimal di 12 kecamatan, tapi rata – rata dukungan calon perseorangan ini tersebar hampir diseluruh kecamatan parigi moutong,” kata Amelia Idrus, SE, M.AP, Senin (18/12/2017).

Ia menjelaskan bahwa proses verifikasi administrasi dan faktual yang dilakukan saat ini memang untuk mengantisipasi adanya kecurangan. Ini juga sekaligus untuk memeriksa adanya pelanggaran dukungan  seperti KTP ganda, KTP kadaluarsa dan Pemalsuan tanda tangan.

“Itu biasa dan pasti terjadi, kami ingin melihat berapa dokumen yang valid, maka itu ada verifikasi,” ujar Amelia.

Sementara itu banyaknya kepala – kepala desa yang mengeluhkan kejadian ini, disebabkan banyaknya pengeluhan warga kepada pemerintah desa terkait dengan penyerahan KTP dan pemalsuan tanda tangan dukungan kepada salah satu pasangan calon perseorangan.

“Ini sangat meresahkan masyarakat dan kami selaku pemerintah, sementara ini kami masih menelusuri siapa dalang dari pemalsuan ini, dan ini sangat menciderai demokrasi yang ada,” tutur Moh. Ratno Kades Ogotumubu Barat, Kecamatan Tomini.

Dihubungi terpisah, salah seorang warga Supilopong yang juga merasa bahwa tanda tangannya dipalsukan mengungkapkan kepada media bahwa dia adalah seorang yang buta huruf dan tidak bisa menulis dan dia heran tiba – tiba datang PPS memperlihatkan dukungannya kepada salah satu pasangan calon perseorangan beserta tanda tangannya.

“Saya heran pak, saya ini tidak tahu menulis, duduk di bangku sekolah saja tidak pernah, malah tanda tangan saya ada di sini, dan tanda tangannya bagus sekali, kayak tanda tangan pejabat,” tuturnya sambil tesenyum. (Yunus).

Berikan komentar dan tanggapan di bawah ini

Facebook Comments

LEAVE A REPLY